Tips Menulis Cerpen agar Diterima Media

80 / 100

Artikel kali ini membahas tentang tips menulis cerpen agar diterima media. Cerpen merupakan salah satu genre sastra selain pantun, gurindam, puisi, roman, novel, serta yang lain. Banyak sastrawan-sastrawan besar yang namanya terkenal karena kepiawaiannya dalam menulis cerpen, di Indonesia, seperti AA Navis, Hamsad Rangkuti, Korrie Layun Rampan, Joni Ariadinata, serta yang lain. Sedang cerpenis yang kondang dari mancanegara, diantaranya adalah: Emile Zola, Victor Hugo, Charles Dickens, Leo Tolstoy, serta yang lain.

Diantara sekian banyak genre sastra yang ada, cerpen bisa dibilang memiliki penggemar yang paling banyak, karena selain tidak dibutuhkan perenungan yang dalam untuk dapat memahami maksud dari kalimat yang dituliskan pengarang sebagaimana puisi, juga tidak butuh waktu yang lama untuk membacanya seperti roman ataupun novel. Karena itulah, di hampir semua media cetak yang memiliki rubrik sastra, cerpen selalu menjadi bagian dari rubrikasi tersebut.

Sayangnya, untuk media online, karya sastra utamanya cerpen masih belum banyak yang menggarapnya dengan serius, dan kalaupun ada, imbalan yang diberikan pengelola blog atau situs website kepada penulis cerpen masih relatif kecil.

Dengan masih banyaknya media cetak yang memiliki rubrik sastra/cerpen, maka tips menulis cerpen agar diterima media tentunya dengan mengirimkan karya cerpen yang kamu tulis ke berbagai media cetak tersebut. Peluang lain untuk memperoleh uang dari cerpen bisa dilakukan dengan menerbitkan buku kumpulan cerpen, namun untuk yang satu ini butuh proses yang panjang dan tidak mudah, sebab selain nama cerpenis harus sudah akrab di telinga para pecinta sastra juga harus melalui seleksi yang ketat dari penerbit.

Tips Menulis Cerpen agar Diterima Media

Berikut tips menulis cerpen agar diterima media yang dapat kamu lakukan setahap demi setahap. 

Buat Karya Cerpen

Karena yang akan kamu jual ke media untuk dibaca pelanggan media cetak adalah cerpen, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menulis cerpen. Tidak mudah memang untuk dapat menghasilkan karya cerpen, selain membutuhkan penguasaan teknik penulisan, menulis cerpen juga butuh kontemplasi agar dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

Untuk belajar tentang teknik penulisan, bisa dilakukan dengan membaca langsung cerpen-cerpen yang ada dari penulis-penulis ternama, belajar dari buku yang membahas khusus tentang materi teknik penulisan cerpen, beserta melalui tutor atau pembimbing. Tapi yang lebih penting adalah terus menerus mencoba atau melakukan praktek langsung dengan menulis cerpen. Sebab  dengan mempraktekkan secara langsung teknik penulisan yang telah dipelajari, kamu akan dapat memahami, sejauh mana kemampuanmu dalam menulis cerpen.

Untuk bisa menjadi seorang penulis, dibutuhkan bakat sebesar 10% dan sisanya adalah kerja keras.

Arswendo Atmowiloto

Mengirim Karya Cerpen ke Media Cetak

Tahap berikutnya dari tips menulis cerpen agar diterima media adalah dengan mengirimkan cerpen tersebut ke media yang kamu kehendaki. Namun sebelumnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Sesuaikan tema dari cerpen tersebut dengan style dari media. Jika cerpen yang kamu tulis temanya seputar kehidupan anak muda, maka kirimkan ke media yang memuat cerpen-cerpen remaja, atau jika cerpen tersebut masuk kategori cerpen serius dengan tema sosial kemasyarakatan, akan lebih berpeluang untuk dimuat jika dikirimkan ke media-media umum.
  • Tidak cukup hanya mempelajari tema, tapi juga harus mempelajari style atau gaya bahasa dari cerpen-cerpen yang dimuat di media yang akan kamu tuju. Sebab, meskipun sama-sama Majalah Remaja, namun cerpen remaja yang dimuat di satu majalah remaja dengan majalah remaja lainnya bisa jadi memiliki gaya penulisan atau gaya bahasa yang berbeda.
  • Pelajari pula ketentuan yang berlaku di media yang akan dituju, misalnya jika media tersebut mengharuskan panjang naskah cerpen tidak lebih dari 1000 karakter, maka jangan membuat cerpen dengan panjang lebih dari itu. Sebab kemungkinan besar akan ditolak.

Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat pengiriman cerpen adalah mencantumkan judul cerpen pada bagian atas, diikuti dengan nama penulis di bagian bawahnya, disusul dengan naskah cerpen secara keseluruhan. Kemudian pada akhir cerpen atau akhir naskah, cantumkan kembali nama penulis, alamat, nomor telepon/HP, dan nomor rekening.

Tujuan dicantumkannya alamat, jika media yang bersangkutan mengirimkan nomor bukti penerbitan, dapat dikirimkan ke alamat yang tertulis. Nomor telepon/HP dimaksudkan agar jika redaksi merasa perlu untuk melakukan klarifikasi seputar naskah, dapat langsung menghubungi penulis, meskipun hal ini jarang terjadi. Sedang nomor rekening tentu saja untuk mengirimkan honorarium dari penerbitan cerpen.

Naskah cerpen dapat dikirimkan melalui jasa pos atau melalui alamat email redaksi media. Jika dikirimkan melalui jasa pos, jangan lupa untuk menulis kata “CERPEN” pada sudut kiri atas sampul, agar naskah yang kamu kirim dapat diterima langsung oleh redaksi cerpen di media tersebut.

Menerima Honorarium

Setelah cerpen dimuat di media cetak, penulis cerpen akan menerima honorarium sesuai dengan ketentuan yang berlaku di media tersebut. Pengiriman honorarium biasanya dilakukan 1 – 2 minggu setelah cerpen dimuat atau paling lama 1 bulan.

Besar honorarium berbeda-beda antara media satu dengan yang lainnya, namun kisarannya sekitar ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Itulah tips menulis cerpen agar diterima media yang bisa kamu praktikkan. (*)

Photo by Daniel McCullough on Unsplash

Leave a Comment