3 Tipe Klien yang Harus Dihindari bagi Freelancer

74 / 100 SEO Score

Kehadiran klien memang sangat dibutuhkan oleh seorang freelancer, karena dari klienlah dia bisa mendapatkan pekerjaan. Namun bukan berarti semua klien yang menjanjikan proyek harus selalu diterima. Pada kasus-kasus tertentu dan pada tipe klien tertentu, kamu justru harus menolaknya.

Untuk mengetahui tipe seorang klien, tentunya harus didahului dengan jalinan kerjasama yang pernah kamu lakukan dengannya atau berdasarkan informasi yang kamu terima dari luar. Jika kamu paham betul seperti apa tipe klien tersebut dan kamu merasa tidak nyaman bekerjasama dengannya, maka sebaiknya kamu tolak proyek yang dia tawarkan.

Seperti inilah tipe klien yang harus kamu hindari:

Tipe Klien: Sulit Dihubungi

Banyak klien yang membuka pintu komunikasi hanya pada saat pertama kali melakukan kerjasama dengan freelancer. Setelah kerjasama disepakati, dengan seenaknya menghilang dan tidak bisa dihubungi, tanpa memberitahukan alasannya, entah karena waktu mereka yang memang terbatas atau karena tidak memahami kerja freelancer atau karena sebab yang lain.

Tipe klien seperti ini wajib dihindari, sekalipun telah membayar uang muka maupun membayar lunas seluruh proyek. Sebab, freelancer pun butuh berkomunikasi dan berkonsultasi terkait dengan proyek yang dikerjakan untuk menghindari kesalahan.

Jika klien sulit dihubungi, tidak menutup kemungkinan freelancer akan dibuat bingung tentang proyek yang harus dikerjakan dan hal tersebut dapat mengganggu produktifitas kerjanya. Terlebih jika kesepakatan dengan klien hanya sebatas perjanjian omongan tanpa diperkuat dengan uang muka sebagai tanda jadi.

Tipe Klien: Terlalu Banyak Menuntut

Tidak jarang kamu jumpai klien yang terlalu banyak menuntut, dengan seenaknya meminta ini dan itu melebihi tugas yang telah disepakati bersama, tidak menghargai proses kerja yang kamu lakukan, menghubungimu di waktu istirahat dan tindakan lain yang mengganggu kenyamanan kamu dalam bekerja.

Tipe klien seperti ini tidak jarang membuat kamu jengkel dan naik darah sebab merasa telah memiliki kamu hanya karena sudah membayar. Untuk itulah, jika dia terlalu banyak  menuntut dan melakukan tindakan yang mengganggu ketenangan serta aktifitasmu dalam bekerja, jangan segan-segan untuk menolak dan mengingatkannya. Setelah proyek selesai, hindari bekerjasama lagi dengannya.

Tipe Klien: Membayar Murah

Banyaknya pemula yang terjun di dunia freelancer seringkali dimanfaatkan oleh klien dengan mencari tenaga freelancer yang dapat dibayar semurah mungkin untuk mengerjakan proyek dengan kualitas yang baik dan dengan waktu pengerjaan yang cepat.

Jika bertemu dengan tipe klien seperti ini, tidak perlu segan untuk menolak pekerjaan yang ditawarkannya karena memang tidak sebanding dengan talenta yang kamu miliki. Biarlah dia mencari freelancer dengan harga yang murah, karena bisa dipastikan hasil kerja yang dibayar murah kualitasnya tidak akan lebih baik dari hasil kerja seorang profesional.

Demikian 3 tipe klien yang harus dihindari, karena tidak hanya akan merugikan dari sisi finansial tapi juga ketenangan dan produktifitas kerja kamu sebagai freelancer. (*)

Leave a Comment