Cara Menulis Esai Akademis yang Benar

80 / 100 SEO Score

Menulis esai akademis secara garis besar memiliki kerangka yang sama dengan menulis artikel pada umumnya. Dimulai dengan kalimat pembuka dengan gagasan umum, lalu dilanjutkan oleh paragraf-paragraf berikutnya dengan gagasan yang lebih spesifik sebagai pendukung. Walaupun demikian, esai akademis memiliki lebih banyak peraturan yang harus dipahami agar sesuai dengan standar akademis. Saya akan membagikan sedikit tata cara menulis esai akademis berdasarkan pengalaman saya menjadi freelance writer di Livingston Research.

Cara Menulis Esai Akademis yang Benar

Saya akan berusaha menjelaskan secara rinci mulai dari garis besar langkah-langkahnya, struktur tulisan, contoh penulisan yang baik dan benar, tools yang bisa dimanfaatkan, hingga format paper yang umum dipakai dalam dunia akademis seperti APA, Chicago, Harvard, dan MLA.

Garis Besar Langkah-Langkah Menulis Esai Akademis

1. Buat Rencana

Sebelum mulai mengetikkan gagasan di layar komputer, jangan lupa untuk mulai dengan rencana rinci berupa outline tulisan. Hal ini untuk memastikan tulisanmu nanti akan tetap terarah- gagasannya tidak melebar, dan juga agar segala aspek yang ingin kamu bahas tidak tertinggal untuk ditulis. Ada dua hal yang penting dilakukan di tahap ini:

  • Pahami dan ikuti instruksi dari dosen atau siapapun yang menyuruh kamu untuk membuat esai tersebut terkait tema yang ditulis, dan syarat-syarat lain jika ada misalnya batasan kata dll.
  • Buat outline atau garis besarnya- yaitu penjabaran tema utama dalam bentuk poin-poin untuk kamu kembangkan sebagai tulisan nantinya.

2. Lakukan Riset

Untuk membuat gagasan pendukungmu meyakinkan bagi pembaca jangan lupa untuk melakukan riset mendalam. Penting untuk menggunakan sumber-sumber terpercaya dari situs yang kredibel. Hindari sumber dari blog pribadi dan wikipedia karena situs tersebut tidak memiliki validasi atas informasi yang dicantumkan di dalamnya. Jika kamu mengutip informasi dari sumber tertentu, selalu ingat untuk menyertakan sumbernya di dalam esai.

Hal lain yang juga penting adalah relevansi informasi dan pembaruannya. Jika kamu bisa mendapatkan sumber dari tahun-tahun terkini, maka jangan gunakan sumber dari buku, tautan internet dll dari tahun yang terlampau jauh. Idealnya hasil riset dari 5-7 tahun terakhir adalah pilihan yang baik.

Beberapa situs yang bisa membantu kamu menemukan hasil riset terkini:

3. Buat Struktur Tulisan

Struktur memberikan kamu porsi untuk setiap badan tulisan. Terdapat 3 badan tulisan yang ada di setiap esai akademis (hal serupa juga untuk artikel pada umumnya), yaitu:

1. Bagian perkenalan atau introduction. Bagian ini idealnya hanya menempati 10% dari keseluruhan tulisanmu. Tips untuk membuat introduction yang baik:

  • Tuliskan ringkasan yang umum dari latar belakang masalah atau tema yang diangkat.
  • Akhiri bagian perkenalan dengan pernyataan tesis yang kuat; yang langsung pada inti permasalahan dan arguable.
  • Pastikan akhir kalimat di bagian perkenalan berkesinambungan dengan bagian berikutnya yaitu “main body“.

2. Bagian tubuh utama atau main body. Bagian ini idealnya hanya menempati 80% dari keseluruhan tulisanmu. Setiap paragraf di bagian ini dimulai dengan topik kalimat yang mendukung gagasan yang kamu sampaikan di introduction, lengkap dengan bukti yang relevan. Tips untuk membuat main body yang baik:

  • Pastikan untuk mengakhiri setiap paragraf dalam bagian ini dengan kalimat transisi yang sesuai agar tulisanmu mengalir dan nyaman dibaca.
  • Setiap paragraf idealnya didedikasikan hanya untuk satu gagasan aja. Sertakan gagasan lainnya di paragraf berikutnya namun masih dalam konteks main body.
  • Setiap paragraf idealnya terdiri dari sekitar 200-an kata yang terbentuk dari minimal 3 kalimat.

3. Bagian kesimpulan atau conclusion. Bagian ini menempati sisa dari bagian-bagian sebelumnya, yaitu hanya 10%. Beberapa tips untuk membuat kesimpulan yang baik:

  • Tegaskan kembali pernyataan tesis yang telah kamu tulis di bagian introduction.
  • Rangkum inti dari setiap gagasan pendukung yang telah kamu sampaikan di main body.
  • Jangan menyampaikan gagasan baru dan referensi baru di bagian ini. Ingat ini hanya kesimpulan dan karenanya menutup seluruh isi esai.

Jika kamu membutuhkan contoh tentang membuat struktur tulisan, silakan klik tautan ini (Walaupun tautannya berbahasa Inggris yang penting kamu bisa paham contohnya dan bisa mengaplikasikannya untuk esaimu sendiri).

4. Mulai Menulis

Jika 3 tahapan tadi telah kamu lalui, maka sekarang waktunya untuk mulai menulis. Sesungguhnya dengan mengerjakan tahapan-tahapan sebelumnya kamu telah membantu dirimu sendiri untuk menulis dengan lebih mudah dan menghemat waktu. Berikut tips yang bisa kamu terapkan ketika menulis esai akademis:

Tentukan style akademis yang akan kamu pakai. Jika tidak ada ketentuan, kamu bisa memilih di antara 4 format umum yang paling sering digunakan secara global yaitu APA, Chicago, Harvard, dan MLA. Setiap format memiliki peraturan sendiri terkait margin paper hingga cara menuliskan sumber referensi. Di bawah ini saya melampirkan formatnya dalam bentuk MS Word siap pakai. Kamu bisa unduh langsung.

Tentang Plagiarisme

Plagiarisme adalah sebuah tindak kejahatan akademis yang tidak bisa ditolerir dalam dunia akademisi. Ada 4 jenis plagiarisme yang penting untuk kamu ketahui:

  1. Direct plagiarism yaitu 25% dari isi tulisanmu adalah menjiplak bagian tertentu dari hasil tulisan orang lain tanpa adanya rujukan akan sumbernya.
  2. Self plagiarism adalah hasil salin tempel kutipan dari paper sebelumnya
  3. Mosaic plagiarism adalah menjiplak kutipan langsung dan menempati 15% dari keseluruhan jumlah kata di dalam esai
  4. Accidental plagiarism yaitu memberikan referensi palsu dan lupa menulis sumber refernsi di dalam esai.

Untuk memastikan tulisanmu bukanlah hasil plagiat artikel lain di internet, kamu bisa mengecek esaimu di situs plagiarism checker yang banyak tersedia di internet, salah satunya adalah milik Grammarly.

Tidak sulit ya membuat esai akademis, kalau kamu punya saran atau masukan silakan tinggalkan di kolom komentar ya. Semoga artikel ini bisa membantu.(*)

Leave a Comment