Cara Membaca Orderbook untuk Trading Saham, Pemula Wajib Paham

77 / 100

Jika membahas tentang kerja online, maka mendapatkan penghasilan dari berdagang saham adalah salah satu poin yang masuk di dalamnya. Artikel ini tidak membahas tentang analisa fundamental ataupun teknikal, namun jauh sebelum itu memahami dulu mekanisme cara trading (berdagang) saham dengan orderbook.

Apa itu Saham

Saham pada dasarnya adalah barang seperti layaknya kita membeli beras atau rokok. Saham adalah bukti penyertaan modal untuk suatu perusahaan yang juga bisa berarti hak kepimilikan. Contoh saham pada skala kecil adalah saat kamu dan temanmu ingin mulai berbisnis warung burjo. Setelah kalian berhitung ternyata diperlukan Rp1 juta untuk modal membeli peralatan masak, sewa tempat, dan bahan baku awal. Lalu kalian berdua patungan masing-masing sejumlah Rp500.000,-. Dengan demikian, kamu memiliki saham 50% atas bisnis warung burjo tersebut. Dengan kata lain juga kamu adalah pemilik sebagian usaha tersebut.

Hal yang sama, jika kamu membeli saham perusahaan (emiten) rokok Gudang Garam sebesar 1%, maka bisa dikatakan kamu adalah pemilik perusahaan tersebut dengan persentase kepemilikan 1%. Walaupun kamu tidak membangun perusahaan tersebut dari nol, dan bukan juga keturunan atau ahli waris pendirinya; tapi hanya dengan memiliki sahamnya, maka kamu telah menjadi pemilik yang sah secara hukum sebesar persentase saham yang kamu miliki di situ.

Penekanan persentase di sini sangat penting, karena hal itu menunjukkan: (1) seberapa besar pengaruhmu terhadap keberlangsungan hidup perusahaan, dan (2) keuntungan/kerugian yang akan kamu nikmati/derita sebagai dampak dari kinerja perusahaan.

Memahami Orderbook untuk Mulai Trading Saham

Orderbook seperti namanya berarti “buku pesanan”. Bayangkan ini sebagai catatan yang ditulis pelayan saat kamu memesan makanan di kafe. Pelayan akan mencatat pesananmu, lalu mengantrikannya di dapur bersama pesanan lainnya, saat tiba giliranmu, pesanan tersebut akan dieksekusi oleh koki (dibuat lalu dihidangkan kepadamu). Persis, seperti itulah orderbook.

Apa itu “Orderbook“?

Di bawah ini adalah contoh orderbook:

cara membaca orderbook
Contoh orderbook untuk saham dengan kode emiten ANTM (Antam)

Jangan pernah membaca tabel orderbook dari ujung kiri ke ujung kanan atau sebaliknya, karena enggak nyambung. Cukup melihatnya dari atas ke bawah atau sebaliknya.

Lot adalah satuan yang digunakan untuk memperdagangkan saham. 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Untuk setiap saham, kamu hanya bisa membeli/ menjual minimal 1 lot. Bidlot adalah total lot yang tersedia untuk dibeli pada masing-masing harga Bid, sedangkan Offlot adalah total lot yang tersedia untuk dijual pada masing-masing harga Offer.

Bid (demand) adalah deretan harga yang diorder oleh pembeli. Angka di sebelahnya menunjukkan jumlah lot saham yang bersedia untuk dibeli di harga tersebut. Kenapa ada banyak daftar harga Bid? Karena tidak semua pembeli rela untuk membeli di satu harga. Sehingga, sistem membuat beberapa deretan harga hingga batas atas/bawah yang telah ditentukan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia).

Sementara itu, Ask/ Offer (supply) adalah deretan harga yang diorder oleh penjual. Angka di sebelahnya menunjukkan jumlah lot saham yang bersedia untuk dijual di harga tersebut. Kenapa ada banyak daftar harga Ask? Karena tidak semua penjual rela untuk menjual di satu harga. Sehingga, sistem membuat beberapa deretan harga hingga batas atas/bawah yang telah ditentukan oleh BEI.

Kendati demikian, walaupun kamu bebas menentukan di harga berapa kamu ingin order beli/ jual; tapi tidak selalu order tersebut bisa tereksekusi.

Jika kamu menginginkan ordermu langsung tereksekusi, maka untuk order jual pasang hargamu sesuai dengan harga yang ditawar pembeli di kolom Bid paling atas. Kenapa kolom paling atas? Karena urutan harga Bid telah disusun dari harga tertinggi ke terendah.

Sebaliknya, untuk order beli pasang hargamu sesuai dengan harga yang diinginkan penjual di kolom Ask paling atas. Kenapa kolom paling atas? Karena urutan harga Ask disusun dari harga terendah ke tertinggi.

Bagaimana jika kamu sudah melakukan order jual/beli namun dalam satu hari perdagangan bursa namun tidak berhasil tereksekusi? Maka ordermu akan tertahan sampai kamu membatalkannya atau sampai harga yang kamu inginkan tercapai. Dalam kasus tertentu, ordermu bisa hangus dan kamu harus mengingat untuk mengulangi ordernya lagi.

Cara Kerja “Orderbook”

Sekedar meletakkan order adalah bagian mudah. Tantangan sesungguhnya bukanlah memastikan ordermu tereksekusi, tapi memastikan bahwa kamu melakukan order jual/beli di harga yang tepat!

Harga yang tepat adalah harga paling rendah saat kamu membeli (sebelum harganya akan naik lagi), dan harga paling tinggi saat kamu menjual (sebelum harganya akan turun lagi). Analis sekuritas paling ahli pun tidak pernah bisa menentukan dengan tepat dimana harga terendah dan tertinggi akan berada.

Seiring berjalannya waktu kamu akan memahami ini.

Harga di baris paling atas Bid dan Ask/Offer akan saling bergeser. Jika order di baris Bid paling atas sudah tereksekusi habis, maka harga Bid yang habis tersebut akan membentuk harga jual yang baru (pindah ke baris Ask paling atas). Lalu, harga Bid di bawahnya akan naik ke atas dan membentuk harga beli baru. Ini menyebabkan harga turun.

Sebaliknya, jika order di baris Ask paling atas sudah tereksekusi habis, maka harga Ask yang habis tersebut akan membentuk harga beli yang baru (pindah ke baris Bid paling atas). Lalu, harga Ask di bawahnya akan naik ke atas dan membentuk harga jual baru. Ini menyebabkan harga naik.

Bayangkan pergerakan harga antara kolom Bid dan Ask/Offer seperti ular yang berjalan maju mundur membentuk huruf U terbalik.

Mulai Trading Saham di Aplikasi

Hampir semua aplikasi pasar modal memungkinkan kamu untuk membuat rekening virtual, sehingga kamu bisa latihan dengan modal “mainan” untuk mempraktikan apa yang sudah kamu ketahui. Selanjutnya, jika kamu ingin serius berinvestasi di saham dan membuka rekening sesungguhnya, mulai lah untuk mempelajari utamanya analisa fundamental agar tidak salah memilih emiten.

Saya merekomendasikan aplikasi Stockbit karena tatap mukanya yang mudah dan intuitif. Menurut saya aplikasi mobile Stockbit adalah yang terbaik di kelasnya. Kamu bisa unduh dan instal dari Google Play Store, lalu daftar dan buka rekening virtual di situ. Jika kamu sudah siap, lakukan pembukaan rekening sekuritas sesungguhnya lewat aplikasi yang sama. Kalau kamu punya pertanyaan atau ingin menambahkan penjelasan, silakan berbagi di kolom komentar ya. (*)

Leave a Comment