5 Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda dari Faris Rahman, Co-founder Nodeflux

75 / 100

Artificial Intelligence (AI) sebenarnya bukan hal baru dalam dunia teknologi. Kecanggihan teknologi berbasis AI telah banyak berperan dalam meningkatkan produktifitas manusia di berbagai belahan dunia. Berkat teknologi ini, manusia dapat meninggalkan pekerjaan rutin yang memiliki repetisi tinggi dan menggantikannya dengan pekerjaan lain yang lebih membutuhkan kreatifitas dan daya imajinasi. Selain itu, AI juga memiliki peran penting dalam melakukan analisa prediksi bisnis dengan kerumitan tingkat tinggi yang sangat sulit untuk dilakukan secara akurat oleh kemampuan manusia yang terbatas seperti dilansir dari Industry Week.

Meskipun perusahaan yang merintis teknologi AI sudah sangat populer di beberapa negara maju, namun di Indonesia sendiri perusahaan yang memiliki spesialisasi mengembangkan AI masih sangat minim. Padahal AI menjadi salah satu fokus teknologi dalam Roadmap Revolusi Industri 4.0 yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2018 lalu. Dengan demikian, merintis perusahaan AI berarti turut membangun negeri menuju kemandirian teknologi. Peluang inilah yang ditangkap oleh Faris Rahman, salah seorang lulusan ITB bersama rekannya Meidy mendirikan Nodeflux.

5 Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda dari Faris Rahman, Co-founder Nodeflux 1
Faris Rahman (kiri) dan Meidy Fitranto (kanan) selaku perintis sekaligus CTO dan CEO Nodeflux
Sumber: Nodeflux page in Tech in Asia

Nodeflux adalah perusahaan anak bangsa pertama di Indonesia yang bergerak di bidang vision analytics AI, yaitu teknologi untuk menginterpretasi data dengan masukan dari gambar atau video. Selama ini teknologi yang umum adalah menganalisa data dengan masukan angka atau teks seperti yang dilakukan di perangkat lunak excel atau alat analisa data pihak ketiga. Namun Nodeflux melakukan hal yang lebih besar, Faris mengembangkan teknologi AI agar bisa  mengenali objek pada gambar atau video lalu melakukan analisa terkait data tersebut. Nilai tambah inilah yang menjadikan Pemprov DKI menggunakan jasa Nodeflux untuk memantau tingkat kepadatan penumpang melalui CCTV di berbagai halte Transjakarta.

5 Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda dari Faris Rahman, Co-founder Nodeflux 2
Contoh penerapan Teknologi Nodeflux: menganalisa data kepadatan lalu lintas dengan masukan dari video CCTV jalan raya.
Sumber: Aditya Hadi Pratama Tech in Asia

Ketekunan Faris dan rekannya merintis Nodeflux tidak hanya menarik lebih banyak klien untuk menggunakan layanan mereka, tetapi inovasi mereka juga memperoleh banyak penghargaan di skala nasional dan internasional. Inilah rangkuman 5 hal yang bisa menjadi pelajaran dari sosok Faris Rahman untuk generasi muda berdasarkan hasil wawancara via telepon pada tanggal 23 November, 2019.

5 Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda dari Faris Rahman

1. Passion itu nyata!

Sempat viral beberapa waktu lalu postingan “mengejek” di sosial media bagi mereka yang mengutamakan passion dalam pekerjaan. Passion yang selama ini hanyalah klise terkadang menjadi pertimbangan bagi lulusan sarjana muda di Indonesia dalam memilih pekerjaan. Passion bukanlah hal yang bisa dikenali secara instan, dibutuhkan waktu dan konsistensi sampai akhirnya seseorang bisa mengetahui apa yang membuatnya bergairah untuk berkarya.

bekerja sesuai passion
Postingan viral tentang passion di sosial media beberapa waktu lalu.
Sumber: anonimus

Seperti Faris yang empat tahun belajar di teknik industri, ia justru sangat mahir membuat perangkat lunak dan perangkat keras komputer, sesuatu yang sebenarnya lebih banyak dipelajari di jurusan teknik informatika. “Dulu waktu masih kuliah saya belajar sendiri caranya coding, senang aja eksplor tentang informatika dan elektro, semuanya self-taught, develop software sendiri dan buka bisnis buat jualin softwarenya,” ungkap Faris.

Si ayah beranak satu itu pun bercerita tentang bagaimana kegemarannya menciptakan perangkat lunak membuat ia mendapatkan tawaran bekerja di salah satu perusahaan multinasional ternama yang bergerak di bidang konstruksi. “..waktu itu kebetulan garap kerjaan sampingan ngebuatin software untuk KBR, eh ternyata mereka senang dengan solusi yang saya buat terus sejak saat itu mereka nge-hire saya jadi karyawan tetap,” ujarnya.

Faris pun mengakui bahwa ia merasakan kepuasan pribadi jika berhasil memecahkan suatu masalah. Melalui pemrograman, kesenangan tersebut tersalurkan dengan tepat karena tujuan dari merancang algoritma komputer adalah untuk memberikan solusi atas suatu permasalahan.

“The only way to do great work is to love what you do”

— Steve Jobs, founder of Apple

2. Cari nilai tambah

Siapapun mungkin akan terkagum dengan kenekatan Faris membangun perusahaan AI, mengingat baik ia dan rekannya sama sekali tidak memiliki latar belakang profesional di bidang teknologi komputer. Faris menceritakan bagaimana mulanya mereka hanya membangun perangkat lunak data analytics untuk menganalisa sentimen positif dan negatif di sosial media, lalu pada akhirnya berani untuk naik tingkat untuk membuat vision analytics berbasis AI.  

“Berani itu one step ahead untuk mendapatkan added value sebenarnya. Kalau misalnya kita melakukan hal yang gampang, orang lain juga mungkin bisa melakukannya, jadi enggak akan ada nilai tambah. Saya mencari yang kira-kira tantangannya besar sehingga resikonya memang besar, tapi kalau kita berhasil maka high risk high reward,” ungkap Faris yang mendapat julukan risk finder dari teman-temannya semasa kuliah, sebuah pujian satu level di atas risk taker.

“Money flows in the direction of value”

— Uche Ugo, digital entrepreneur

3. Manfaatkan networking secara positif

Salah satu tantangan terbesar startup terletak pada masalah pendanaan, tak terkecuali yang terjadi pada Nodeflux. Di awal berdirinya pada tahun 2016, Faris merasakan kesulitan mendapatkan investor yang mau berinvestasi di startup yang bergerak di bidang Software as a Service (SaaS). Ia melanjutkan bahwa kebanyakan investor saat itu lebih tertarik untuk mendanai bidang e-commerce karena pasarnya yang besar dan lebih menjanjikan.

Walaupun demikian Faris tidak lantas menyerah. Nodeflux saat itu memiliki klien yang bergerak di bidang digital programmatic advertising dan menggunakan jasanya untuk menciptakan platform analisa data periklanan. Secara kebetulan, kliennya tersebut adalah kakak angkatannya semasa kuliah. Secara terang-terangan Faris bertanya “..tolong dong dikenalin sama investormu, siapa tahu investormu bisa tertarik juga dengan Nodeflux,”. Mendapatkan pertanyaan tersebut, kakak angkatannya justru menawarkan diri untuk menjadi investor perdananya.

Sejak saat itu, perusahaan dari berbagi industri tertarik untuk mendanai perkembangan Nodeflux. Setelah tiga tahun berdiri terhitung telah ada empat investor yang menanamkan modalnya untuk perusahaan rintisan Faris. Co-founder sekaligus CTO Nodeflux ini mengakui bahwa ia tidak pernah mendapakan pendanaan melalui kompetisi dan pitching seperti startup kebanyakan. Ia hanya memanfaatkan koneksinya dan secara serius bekerja dengan maksimal untuk memberikan hasil terbaik bagi mereka.

“Your network is your net worth”

— Porter Gale, author

4. Fokus pada yang pasti

Faris masih berstatus karyawan tetap di KBR saat memilih untuk berhenti dan membangun Nodeflux. Suatu keputusan yang cukup berani di usia mendekati kepala tiga dan sudah berkeluarga. “Saat resign dari KBR untuk merintis Nodeflux, pastinya keluarga questioning ya. Apalagi istri dan anak yang kehidupannya jelas bergantung dari saya. Tapi karena waktu itu rencana saya sudah cukup matang walaupun juga ada resikonya, pada akhirnya keluarga bisa yakin dengan kemampuan saya dan memberikan support,” kenangnya.

Menurut Faris kunci utama untuk mulai merintis startup adalah jangan ragu. Cara terbaik untuk menghilangkan keraguan adalah dengan selalu berfikir positif dan berfokus pada hal yang pasti. “Ketidakpastian adalah bagian dari masa depan. Contohnya saja, kita enggak pernah tahu persis apakah besok akan turun hujan atau enggak. Tapi kalau kita berfikir positif untuk tetap melanjutkan aktifitas sekaligus bersiap dengan membawa payung agar tidak basah, toh pada akhirnya hujan itu sendiri tidak akan menghambat kita kan,” tegas Faris.

Ia pun melanjutkan bahwa resiko itu pasti ada dan ketakutan juga banyak, tapi berfokuslah pada apa yang benar-benar bisa dihasilkan. “Gagal atau berhasil adalah ketidakpastian, tapi kami punya ide dan melakukan sesuatu untuk merealisasikan ide tersebut itulah kepastian” ungkap Faris. Sangat penting untuk meletakkan fokus pada hal yang pasti, karena terus menerus memikirkan bagian yang tidak pasti hanya akan menciptakan keraguan dan mental menyerah sebelum berjuang.

“If there is one thing that is certain in business, that is uncertainty”

— Stephen Covey, author

5. Mengerahkan potensi secara maksimal

Setiap orang tentu memiliki motivasi tersendiri atas tindakannya melakukan sesuatu, begitu pun dengan Faris. Pemilik kebiasaan membaca buku sebelum tidur ini meyakini bahwa kehidupan yang hanya sebentar ini seharusnya diisi dengan segala hal positif yang bisa memuaskan minat pribadi.

“Prinsipku sih, kita hidup kan cuma sekali, sayang misalnya kalau enggak dimanfaatkan segala waktunya untuk melakukan hal yang kita inginkan,” ujar Faris. Ia bahkan menyebutkan ingin hidup selama 300 atau 500 tahun lagi. Namun tentu saja hal tersebut hampir tidak mungkin, maka menemukan potensi diri dan berkarya maksimal selama usia masih ada adalah hal yang mutlak untuk dilakukan.

“Live life to the fullest and focus on the positive”

— Matt Cameron, musician

Perjuangan Faris dan rekannya perlahan telah mendapatkan banyak apresiasi. Terakhir pada bulan September 2019 dilansir dari Dailysocial, NIST yang merupakan lembaga standarisasi dan laboratorium bidang sains dan teknik yang berada di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat meletakkan Nodeflux pada peringkat ke-25 dari 90 perusahaan teknologi AI yang bersaing dalam penilaian Face Recognition Vendor Test (FRVT), bersaing dengan perusahaan teknologi dari Tiongkok dan Rusia di kategori yang sama. Dengan demikian, Nodeflux telah memiliki andil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


5 Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda dari Faris Rahman, Co-founder Nodeflux 3
Faris dan Meidy bersama Presiden Direktur Astra International sesaat setelah memenangkan penghargaan Satu Indonesia Astra ke-9 kategori teknologi.
Sumber: Raturu.com

Diantara sekian banyak kandidat penerima #KitaSATUIndonesia Astra ke-9 untuk kategori teknologi, Nodeflux keluar sebagai pemenang. Startup rintisan Faris berhasil mendapatkan penghargaan karena misinya sejalan dengan cita-cita Astra agar #IndonesiaBicaraBaik melalui teknologi. (*)

Artikel ini secara khusus diterbitkan untuk Satu Indonesia Astra dalam rangka Anugerah Pewarta Astra 2019.

Leave a Comment