5 Jurus Negosiasi Harga dengan Klien

70 / 100 SEO Score

Saat memutuskan untuk menjadi seorang freelancer, banyak hal yang harus kamu persiapkan,  mulai dari mengasah skill, memasarkan keahlian, sampai dengan melakukan jurus negosiasi harga dengan klien. 

Memberikan standar harga dari skill yang kamu jual sangat penting, karena menyangkut kepuasan dan daya beli klien sekaligus kelayakan dari nilai jual kompetensi yang kamu miliki. Lewat negosiasi itulah klien bisa memperoleh harga yang pantas dan pembayaran yang kamu terima sebagai freelancer juga sebanding dengan jasa yang kamu berikan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan jurus negosiasi harga dengan klien, lima diantaranya adalah sebagai berikut. 

Jurus Negosiasi 1: Menilai Diri Sendiri

Berbeda dengan pedagang yang dapat dengan mudah menilai harga barang yang dijual dengan menghitung selisih harga beli dengan harga jual barang, seorang freelancer akan menghadapi kesulitan saat harus menyebutkan harga yang pantas dari pekerjaan yang dia lakukan.

Hal tersebut disebabkan karena pekerjaan yang dilakukan freelancer tidak hanya menyangkut waktu dan tenaga yang dikeluarkan, tapi juga ketrampilan yang dimiliki dan ketrampilan tersebut erat kaitannya dengan kualitas dari hasil pekerjaan. 

Cara termudah untuk menetapkan tarif standar seorang freelancer adalah dengan menghitung seberapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan dikalikan dengan upah minimum regional  perhari. Cara yang lain adalah dengan menghitung biaya hidup ditambah dengan pengeluaran bisnis dibagi waktu kerja.

Jurus Negosiasi 2: Pahami Klien

Saat akan melakukan negosiasi harga dengan klien, pahami pula kondisi klien, karena negosiasi bukan sebuah kompetisi. Jadi jangan membuat kesepakatan yang hanya memberikan keuntungan bagi diri sendiri dan mengabaikan klien atau sebaliknya. 

Buat kesepakatan dalam bernegosiasi yang sama-sama menguntungkan alias win-win solution dengan tetap memperhitungkan beban kerja dan deadline yang diminta klien.

Jurus Negosiasi 3: Lakukan Riset

Jika memungkinkan, lakukan riset sederhana dengan mencari tahu, siapa yang akan menjadi klien kamu. Riset ini akan sangat membantu dalam menentukan tarif serta mencapai kesepakatan saat bernegosiasi.

Apabila dalam riset tersebut diketahui bahwa klien kamu adalah sebuah perusahaan atau  institusi besar yang memiliki banyak anggaran, tidak ada salahnya untuk mengajukan penawaran harga yang tinggi, karena tarif yang terlalu rendah justru akan membuat perusahaan/institusi meragukan kompetensimu.

Jurus Negosiasi 4: Pembahasan Harga 

Saat negosiasi harga dengan klien ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu klien menyebutkan harga yang diminta atau klien menanyakan harga yang kamu minta. Jika klien menyebutkan harga terlebih dahulu, akan mudah bagi kamu untuk mengetahui standar kemampuan mereka, sehingga kamu tinggal mengajukan tarif yang menurutmu tidak terlalu rendah dan menurut klien tidak terlalu tinggi.

Namun, jika klien menanyakan harga yang kamu minta, maka respon terbaik yang harus kamu lakukan adalah dengan menanyakan budget yang mereka miliki. Jika klien ternyata belum memiliki budget, tanyakan harga yang pantas dalam penilaian mereka. Jika klien masih juga tidak mau menyebut harga, maka jangan ragu untuk memasang tarif tinggi, karena bisa dipastikan klien akan melakukan penawaran jika sudah tertarik untuk mempekerjakan kamu.

Jurus Negosiasi 5: Buat Tanda Jadi

Untuk menghindari berbagai bentuk kelalaian dalam pembayaran atau bahkan penipuan, freelancer berhak untuk meminta tanda jadi kesepakatan kerja dalam bentuk pembayaran dimuka atau pembayaran uang muka atau cara lain untuk memastikan transaksi berjalan dengan aman.

Negosiasi harga dengan klien dengan tanpa membuat tanda jadi kesepakatan baru boleh dilakukan jika melibatkan pihak ketiga seperti platform bursa kerja freelance online, karena sistem pembayaran pada platforn tersebut  sudah diatur sehingga bisa dipastikan tepat waktu. (*)

Leave a Comment