5 Cara Menentukan Tarif Jasa untuk Freelancer

82 / 100 SEO Score

Bagi seorang freelancer menentukan tarif jasa terkadang menjadi polemik tersendiri karena tidak mudahnya menentukan biaya modal selama ini untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya intangible. Namun begitu, terdapat beberapa poin yang bisa menjadi pertimbangan saat akan menentukan harga kepada calon klien sehingga tidak terlalu overprice ataupun underprice.

Menentukan Tarif Jasa untuk Freelancer

Harga yang terlalu tinggi berpotensi membuat calon klien mencoret namamu dari daftar kandidat, karena harga biasanya menjadi salah satu filter utama. Sebaliknya menaruh harga terlalu rendah juga membuat kamu terlihat masih newbie di bidang pekerjaan yang terkait. Berikut poin yang bisa menjadi pertimbangan.

1. Nature dari proyek

Nature di sini maksudnya adalah tingkat kesulitan ataupun kelaziman suatu proyek. Semakin lazim atau umum suatu proyek berarti ada banyak freelancer yang memiliki keterampilan atau pengetahun yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut, contohnya pada proyek menulis blog. Bandingkan dengan proyek yang membutuhkan keterampilan atau pengetahuan teknis yang spesifik misalnya pemrograman komputer dengan bahasa Ruby. Semakin sulit suatu proyek atau semakin tidak umum, maka secara alami jumlah freelancer yang mendaftarkan diri juga lebih sedikit. Jika skill yang kamu miliki berada di pasar proyek seperti ini, maka kamu sudah mengantongi satu alasan untuk memasang tarif jasa yang tinggi.

2. Jam Terbang dan Portofolio

Jam terbang di sini maksudnya adalah akumulasi pengalamanmu selama ini yang terangkum dalam portofolio. Jika kamu mencari pekerjaan sampingan menulis, maka sertakan juga contoh hasil karyamu di masa lalu atau blog yang kamu buat. Begitu juga jika kamu seorang programmer, sertakan contoh program atau aplikasi yang pernah kamu ciptakan. Jika kamu memiliki portofolio yang banyak dan berkualitas, tentunya ini adalah alasan lain kamu bisa menetapkan tarif jasa yang tinggi. Kualitas dari suatu portofolio bisa ditentukan dari hasil karyamu atau dari calon klien di masa lalu yang pernah menggunakan jasamu.

3. Menguasai Bidang Terkait

Saat kamu akan submit proposal atau mendaftarkan dirimu kepada calon klien- selain menjelaskan keterampilanmu yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan, sangat penting untuk menyampaikan skill dan pengetahuan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Sebagai contoh, jika pekerjaan yang ditawarkan adalah menulis untuk memasarkan suatu produk di internet, maka jelaskan juga bahwa kamu pun menguasai SEO, memahami internet atau digital marketing, dan sangat familiar dengan social media tools, dsb. Hal ini akan memberikan petunjuk bahwa kamu memiliki wawasan yang luas untuk bisa bekerja dengan lebih maksimal. Dan tentunya dengan menguasai bidang terkait nilai jual kamu juga akan lebih tinggi.

4. Kompetitor

Kompetitormu adalah freelancer lain yang juga mendaftar untuk pekerjaan yang sama. Ini sebenarnya adalah cara termudah untuk segera menentukan harga. Sebagai seorang pembeli, tentunya si pemberi kerja akan berusaha untuk mencari harga terendah dengan kualitas pekerja yang bagus. Karena itu akan sangat membantu jika kamu memasang tarif yang tidak jauh di bawah harga pasar. Jika kamu meneliti freelancer lain dengan keterampilan dan portofolio yang tidak jauh berbeda dengan kamu memasang tarif seharga Rp x, maka tentukanlah tarif jasa di angka serupa. Beda hal jika kamu memiliki jam terbang yang lebih tinggi, tentu saja sedikit di atas harga pasaran masih wajar dan tetap berpotensi dilirik oleh calon klien.

5. Gaji Absolut vs Gaji Relatif

Ini adalah poin terakhir yang bisa kamu gunakan sebagai alat untuk menentukan tarifmu, dan sebenarnya ini adalah cara yang cukup matematis sehingga bisa menghasilkan angka pasti. Anggap saja proyeknya sulit dan keterampilan yang dimiliki langka, sehingga kamu tidak punya kompetitor yang bisa jadi benchmark untuk penentuan tarif. Maka membandingkan antara gaji absolut dan gaji relatif adalah cara terakhir.

Apa itu gaji absolut dan gaji relatif?

Gaji absolut adalah gaji yang sudah tetap didapat oleh seseorang dalam satu bulan, umumnya melekat pada pekerja kantoran dan satuannya adalah Rupiah. Sementara gaji relatif adalah perhitungan dari penghasilan yang diperoleh setiap bulan dibagi jam kerjanya, dan satuannya adalah Rp/jam.

Ilustrasinya begini:

gaji absolut vs gaji relatif
Sumber: Ini adalah bagian dari PPT yang saya sampaikan saat mengisi Virtual Career Week yang diselenggarakan oleh MM UGM Daily.

Jika kamu memandang dari gaji absolut, maka Bimo sebagai pekerja kantoran memiliki gaji lebih besar dari Doni yang seorang freelancer. Namun ketika melihat dari gaji relatif, kamu akan menemukan bahwa Doni justru dibayar lebih banyak per jamnya dibandingkan dengan Bimo.

Kembali ke kasus menentukan tarif jasa, kamu bisa melakukan penelitian kecil tentang berapa gaji pekerja kantoran yang berprofesi sama dengan kamu sekarang. Misalnya jika kamu seorang programmer bahasa pemrograman yang cukup langka, kamu bisa mencari tahu gaji programmer serupa di kantor atau perusahaan lalu membaginya dengan jam kerjanya, atau secara umum 160 jam per bulan (dengan asumsi bekerja selama 8 jam per hari selama 20 hari kerja dalam 1 bulan). Jika katakan saja, gaji programmer seperti kamu di perusahaan pada umumnya Rp30 juta/ bulan, maka gaji relatifnya adalah sekitar Rp187.500,-/ jamnya. Nah, kamu bisa menentukan tarifmu di sekitar angka itu. Sebagai freelancer, kamu memang harus menggunakan sudut pandang gaji relatif dalam melihat penghasilan.

Demikian beberapa poin yang bisa kamu pertimbangkan untuk menentukan tarif jasa. Jika kamu memiliki opini lain, bisa tinggalkan di kolom komentar. Jika kamu ingin mendapatkan update artikel tentang pekerjaan online terbaru, silakan berlangganan newsletter.(*)

One Response

  1. aulia
    September, 2020

Leave a Comment